JAKARTA, HUDAYASAFARI.COM — Persoalan warisan kerap menjadi ujian berat setelah sebuah keluarga kehilangan orang yang dicintai. Harta yang semestinya menjadi amanah justru tidak jarang berubah menjadi sumber pertengkaran, memutus silaturahmi, hingga membawa anggota keluarga ke meja hukum.
Di tengah persoalan tersebut, Hudaya Safari Tour & Travel menyelenggarakan Dauroh Waris bertema “Bagi Waris Tanpa Menangis” pada Sabtu, 12 September 2026, di Aula Lantai 8 Gedung Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia, Jalan Kramat Raya No. 45, Jakarta Pusat.
Kegiatan yang menghadirkan Ustadz Dr. Oma Rahmad Rasyid sebagai pemateri tersebut diikuti 137 peserta dari total 143 pendaftar. Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan, mulai dari pembahasan materi, diskusi, praktik perhitungan waris, hingga bedah berbagai studi kasus yang dekat dengan persoalan keluarga.
Dimulai dari Pertanyaan Sederhana tentang Kepemilikan Harta

Suasana dauroh langsung hidup ketika Ustadz Dr. Oma Rahmad Rasyid membuka pembahasan dengan sebuah pertanyaan sederhana:
“Seorang suami membeli mobil dengan uangnya, tetapi mobil itu BPKB-nya atas nama istri. Pertanyaannya, milik siapakah mobil tersebut?”
Pertanyaan tersebut memancing beragam jawaban dari peserta dan menjadi pintu masuk untuk memahami bahwa persoalan harta tidak selalu sesederhana siapa yang menggunakan atau siapa yang memegang dokumen kepemilikan.
Pembahasan kemudian diarahkan kepada persoalan yang lebih besar, yaitu bagaimana Islam mengatur harta dan warisan agar tidak menjadi sumber pertikaian dalam keluarga.
Waris Bukan Sekadar Membagi Harta
Dalam dauroh tersebut, peserta diajak memahami dasar-dasar ilmu waris Islam, mulai dari pengantar ilmu waris, rukun dan sebab waris, Ashabul Furudh, Furudhul Muqaddarah, Hijab, Ashabah, hingga praktik menghitung pembagian waris.
Ustadz Dr. Oma Rahmad Rasyid juga mengajak peserta tidak hanya memahami teori, tetapi mampu melihat penerapannya dalam persoalan nyata yang dihadapi masyarakat.
“Di antara persoalan umat yang kerap tidak terkendali cara penyelesaiannya, seringkali membuat para pihaknya menangis karena merasa diperlakukan tidak adil, ya terkait persoalan waris ini,” jelas Ustadz Oma.
Menurutnya, ilmu waris memiliki kedudukan penting karena berkaitan dengan hak manusia sekaligus ketentuan yang telah ditetapkan Allah Subhanahu wa Ta’ala.
“Siapa yang berlaku adil, ia akan selamat. Siapa yang berlaku zalim dalam pembagian waris, Allah mengancamnya dengan neraka,” terang Ustadz Oma.

Praktik dan Bedah Kasus Membuat Peserta Semakin Antusias
Keistimewaan dauroh kali ini tidak berhenti pada penyampaian materi. Peserta juga mendapatkan kesempatan untuk berdiskusi, mengikuti praktik perhitungan waris, dan membedah studi kasus.
Sesi tanya jawab menjadi salah satu bagian paling menarik. Berbagai persoalan yang muncul menunjukkan bahwa ilmu faraidh masih sangat dibutuhkan masyarakat.
Persoalan mengenai perbedaan agama, seorang ayah yang memiliki beberapa istri dan anak, hingga hak waris yang dikuasai pihak tertentu menjadi bagian dari pertanyaan peserta.
Panitia mencatat lebih dari 18 pertanyaan tertulis disampaikan peserta, di luar pertanyaan yang muncul secara spontan selama diskusi.
Antusiasme tersebut bahkan berlanjut sampai kegiatan berakhir. Salah seorang peserta meminta agar dauroh serupa kembali diselenggarakan.
Hudaya Safari Launching Program Umrah Waris

Selain menjadi forum pembelajaran ilmu faraidh, kegiatan ini juga menjadi momentum penting bagi Hudaya Safari dengan diluncurkannya program khusus Umrah Tematik Waris atau Umrah Waris.
Program tersebut direncanakan berlangsung pada 25 November 2026 selama 12 hari, dengan pendampingan bersama Ustadz Dr. Oma Rahmad Rasyid, yang dikenal sebagai pakar ilmu waris atau faraidh.
Program Umrah Waris menghadirkan konsep perjalanan ibadah yang dipadukan dengan pembelajaran dan pendalaman ilmu waris, sehingga peserta tidak hanya mendapatkan pengalaman spiritual di Tanah Suci, tetapi juga kesempatan memperdalam pemahaman mengenai faraidh.
Tiga Komitmen Hudaya Safari: Pelayanan, Bimbingan, dan Pembinaan
Direktur Hudaya Safari, Ustadz Edy Heriyanto, menjelaskan bahwa dauroh waris merupakan bagian dari komitmen Hudaya Safari dalam pembinaan umat.
“Kami memiliki tiga komitmen terhadap umat, yaitu pelayanan, bimbingan dan pembinaan. Kajian tentang waris adalah salah satu dari komitmen kami terkait pembinaan umat,” papar Ustadz Edy Heriyanto.
Menurutnya, Hudaya Safari tidak ingin hadir hanya sebagai biro perjalanan haji dan umrah.
“Jadi kami memang bukan sekadar usaha di bidang jasa umrah dan travel. Kami menyadari, kami memiliki tanggungjawab yang sama besarnya dengan pelayanan dan bimbingan umrah dan haji, yaitu pembinaan umat,” sambungnya.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai kegiatan kajian dan pembinaan dengan tema-tema yang dekat dengan kebutuhan masyarakat.
Menjaga Silaturahmi dengan Ilmu Faraidh

Persoalan waris sering kali muncul ketika keluarga tidak memiliki pemahaman yang sama mengenai siapa yang berhak menerima, berapa bagian masing-masing, dan bagaimana menyelesaikan harta peninggalan secara benar.
Karena itu, mempelajari ilmu faraidh sejak sebelum persoalan muncul menjadi langkah penting agar keluarga tidak mengambil keputusan hanya berdasarkan asumsi, kebiasaan, atau kepentingan pribadi.
Warisan dapat menjadi amanah yang membawa keberkahan apabila ditunaikan sesuai ketentuan Allah. Sebaliknya, tanpa ilmu dan keadilan, harta peninggalan dapat berubah menjadi sumber konflik yang merusak hubungan keluarga.
Hudaya Safari Perluas Pembinaan Umat
Sebagai travel haji dan umrah di bawah naungan Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia, Hudaya Safari terus mengembangkan peran dalam pelayanan, bimbingan, dan pembinaan umat.
Dauroh Waris “Bagi Waris Tanpa Menangis” menjadi salah satu bentuk nyata bahwa perjalanan Hudaya Safari tidak hanya berkaitan dengan keberangkatan menuju Tanah Suci, tetapi juga menghadirkan ruang belajar dan pembinaan bagi masyarakat.
Ke depan, Hudaya Safari berharap program pembinaan seperti ini dapat terus berkembang dan memberikan manfaat lebih luas bagi umat.
Ingin Belajar Waris Sekaligus Menunaikan Umrah?
Persoalan waris tidak harus menunggu terjadi konflik baru kemudian dipelajari.
Mari bekali diri dan keluarga dengan ilmu faraidh agar hak dapat ditunaikan, amanah dapat dijaga, dan silaturahmi tetap terpelihara.
Bagi masyarakat yang ingin memperdalam ilmu waris sekaligus mendapatkan pengalaman ibadah yang tematik, Hudaya Safari menghadirkan program Umrah Waris bersama Ustadz Dr. Oma Rahmad Rasyid yang dijadwalkan berangkat 25 November 2026.
Konsultasikan Program Umrah Waris, Umrah Reguler, Umrah Ramah Lansia, Haji Khusus, dan Tabungan Haji dan Umrah bersama Hudaya Safari melalui layanan resmi di HUDAYASAFARI.COM.
Belajar waris untuk menjaga keluarga. Berangkat umrah untuk mendekat kepada Allah. Bersama Hudaya Safari, perjalanan ibadah sekaligus menjadi bagian dari pembinaan umat.
Konsultasikan program Haji dan Umrah bersama Hudaya Safari.
WA Center : 082112135575
FB – IG – Youtobe – TikTok : s.id/sosmedhudayasafariofficial
Website: www.hudayasafari.com
Kantor Pusat: PT. Hudaya Safari Tour and Travel, Kramat Raya No. 45, Jakarta.