MADINAH, HUDAYASAFARI.COM – Suasana Masjid Nabawi tidak hanya dipenuhi jamaah yang melaksanakan shalat, tetapi juga dihiasi dengan halaqah-halaqah Al-Qur’an yang berlangsung hampir di setiap sudut masjid. Pemandangan ini menjadi salah satu pengalaman berharga bagi jamaah yang berkesempatan beribadah di Kota Madinah.
Pada Selasa (28/7/2026), Pembimbing Ibadah Haji dan Umrah Hudaya Safari, Ustadz Abu Hurairah, MA, mengikuti salah satu halaqah tahsin Al-Qur’an di Masjid Nabawi bersama seorang syaikh yang membimbing bacaan Al-Qur’an para jamaah dari berbagai negara.
Setelah melaksanakan shalat Tahiyyatul Masjid dan shalat Dhuha, beliau menuju salah satu halaqah yang berada di sekitar Pintu 22 Masjid Nabawi. Di tempat tersebut, Syaikh Abdul Aziz Muhammad Jum’ah Ahmad sedang menyimak bacaan Al-Qur’an jamaah dari Irak dan Pakistan sebelum akhirnya mempersilakan jamaah lain untuk membaca di hadapannya.
Menjelang azan Zuhur, sang syaikh mendoakan seluruh jamaah yang hadir.
“Semoga umrah kalian diterima Allah. Doakan kami. Sebagaimana Allah mengumpulkan kita di tempat ini, semoga Allah mengumpulkan kita kembali di surga. Semoga Allah menjaga kesehatan kalian dan memberi kesempatan kembali ke Masjid Nabawi.”
Belajar Al-Qur’an di Masjid Nabawi Bernilai Besar
Dalam nasihatnya, syaikh tersebut menjelaskan bahwa majelis ilmu di Masjid Nabawi memiliki keutamaan yang sangat agung.
Beliau menyampaikan bahwa duduk untuk belajar dan mengajarkan Al-Qur’an di masjid Nabi merupakan amalan yang memiliki pahala besar, sebagaimana keutamaan berjihad di jalan Allah dalam menuntut ilmu dan menyebarkannya.
Momen tersebut menjadi pengingat bahwa perjalanan ke Tanah Suci bukan hanya untuk melaksanakan rangkaian ibadah umrah, tetapi juga kesempatan memperbaiki bacaan Al-Qur’an, menuntut ilmu, dan mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Mengunjungi Lokasi Wakaf Abu Thalhah Al-Anshari
Di sela halaqah, syaikh juga menunjukkan salah satu lokasi bersejarah yang berada di sekitar Pintu 22 Masjid Nabawi, yaitu kawasan yang dikenal sebagai lokasi wakaf sahabat Nabi, Abu Thalhah Al-Anshari radhiyallahu ‘anhu
Abu Thalhah dikenal sebagai sahabat yang segera menginfakkan harta yang paling dicintainya setelah Allah Ta’ala menurunkan firman-Nya:
“Kamu sekali-kali tidak akan memperoleh kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menginfakkan sebagian harta yang kamu cintai…”(QS. Ali ‘Imran: 92).
Sebagaimana dijelaskan dalam Tafsir Ibnu Katsir, Abu Thalhah kemudian mewakafkan kebun terbaik yang dimilikinya sebagai bentuk ketaatan kepada Allah Ta’ala.
Kisah tersebut menjadi teladan bagi setiap muslim tentang pentingnya bersegera dalam berinfak dan mewakafkan harta terbaik demi meraih ridha Allah.
Momentum Menambah Ilmu dan Keimanan
Hudaya Safari mengajak kaum muslimin untuk memanfaatkan kesempatan ketika berada di Tanah Suci, tidak hanya memperbanyak ibadah, tetapi juga menghadiri majelis ilmu, memperbaiki bacaan Al-Qur’an, serta mengunjungi tempat-tempat bersejarah yang memiliki nilai edukasi dan penguatan iman.
Sebagai travel haji dan umrah di bawah naungan Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia, Hudaya Safari berkomitmen menghadirkan perjalanan ibadah yang tidak hanya nyaman, tetapi juga sarat dengan pembinaan ilmu, dakwah, dan pengamalan sunnah, sehingga setiap jamaah dapat kembali ke Tanah Air dengan ilmu, iman, dan semangat beramal yang semakin baik.
Semoga Allah memudahkan langkah kita menuju Baitullah dan menjadikan kita termasuk tamu-tamu-Nya yang dimuliakan. Āmīn.
Mulailah ikhtiar Anda hari ini. Konsultasikan program Haji dan Umrah bersama Hudaya Safari.
WA Center : 082112135575
FB – IG – Youtobe – TikTok : s.id/sosmedhudayasafariofficial
Website: www.hudayasafari.com
Kantor Pusat: PT. Hudaya Safari Tour and Travel, Kramat Raya No. 45, Jakarta.