021 - 31900306 / 309 - Travel Umroh Haji Sesuai Sunnah Terbaik Termurah Terdekat [email protected]

Allah Ta’ala berfirman:

اَمۡ حَسِبۡتُمۡ اَنۡ تَدۡخُلُوا الۡجَـنَّةَ وَ لَمَّا يَاۡتِكُمۡ مَّثَلُ الَّذِيۡنَ خَلَوۡا مِنۡ قَبۡلِكُمۡ

“Ataukah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) seperti (yang dialami) orang-orang terdahulu sebelum kamu? …” Q.S. Al-Baqarah: 214

Jadi, jalan lurus menuju Surga sudah pasti banyak ujian, gangguan, cobaan, dan godaan. Semua itu hanya bisa dilewati dengan sabar.

Sabar menjadi senjata yang ampuh agar kita tetap berada di jalan yang benar sembari terus menerus mengajak orang lain untuk mengikuti jalan kita.  Sabar menjadi kunci agar kita bisa sampai pada akhir perjalanan yang lurus, yakni surga, bersama orang-orang yang kita sayangi dan kita kasihani.

Namun, para wali Allah yang memilih jalan lurus ini, menurut Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dalam bukunya Al Furqan baina Auliya ir-Rahman wa Auliya isy-Syaithaan, tidaklah ma’shum (terjaga dari kesalahan). Mereka juga manusia biasa yang bisa berbuat salah dan tergelincir.

Mereka pun memiliki iman yang tidak sama. Ada yang tingkatannya tinggi, namun ada pula  yang rendah. Yang tertinggi adalah para Nabi, dan yang rendah adalah orang-orang biasa yang hanya menunaikan apa-apa yang diwajibkan oleh Allah Ta’ala kepada mereka serta mengerjakan apa-apa yang dibolehkan oleh-Nya.

Karena itu, agar kita tetap mampu bersabar menghadapi ujian, godaan, dan gangguan, Allah Ta’ala memberi solusi sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an Surat al-Kahfi [18] ayat 28;

وَٱصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ ٱلَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُم بِٱلْغَدَوٰةِ وَٱلْعَشِىِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُۥ ۖ وَلَا تَعْدُ عَيْنَاكَ عَنْهُمْ تُرِيدُ زِينَةَ ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا ۖ وَلَا تُطِعْ مَنْ أَغْفَلْنَا قَلْبَهُۥ عَن ذِكْرِنَا وَٱتَّبَعَ هَوَىٰهُ وَكَانَ أَمْرُهُۥ فُرُطًا

“Dan bersabarlah kamu bersama orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya, dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan dunia, dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan keadaannya itu melewati batas.”

Inilah petunjuk agar kita tetap bisa bersabar dalam taat kepada Allah Ta’ala. Kita harus selalu bersama-sama orang yang taat. Kita musti bersahabat dengan orang-orang yang selalu menasehati kita dalam ketaatan dan kesabaran. Wa tawaashou bil haqqi wa tawaashou bish-shobr. (Al Asr [103]: 3).

Rasulullah ﷺ sendiri mengingatkan, sebagaimana dijelaskan dalam hadits riwayat Abu Daud dan Tirmidzi, “Seseorang mengikuti agama kawannya. Karena itu, lihatlah olehmu siapakah yang menjadi kawanmu.”

Sahabat dalam ketaatan akan selalu mengingatkan kita kepada janji-janji Allah Ta’ala berupa pahala tanpa batas untuk orang-orang yang sabar. Allah Ta’ala berfirman, “Hanya orang-orang yang bersabar yang disempurnakan pahalanya tanpa batas.” (Az-Zumar [39]: 10)

Manakala kita telah berupaya untuk bersabar, dan dikelilingi oleh orang-orang yang sabar dalam ketatan kepada Allah Ta’ala, maka lama kelamaan rasa sabar akan menjadi karakter kita. Ketaatan bukan lagi menjadi beban atau sekadar penggugur kewajiban, namun menjelma menjadi kenikmatan.

Semoga bermanfaat.

Wallahu Ta’ala A’lam.

Haji umroh sesuai sunnah bersama hudaya safari tour & travel. Informasi lebih lanjut di WA Center Kami https://wa.me/6282112135575 atau kunjungi https://www.hudayasafari.com . Ikhtiar Anda Ke Tanah Suci, Adalah Semangat Bagi Para Da’i.