021 - 31900306 / 309 - Travel Umroh Haji Sesuai Sunnah Terbaik Termurah Terdekat care@hudayasafari.com

Dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى أَكُونَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ وَلَدِهِ وَوَالِدِهِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ

“Tidak seorang pun di antara kalian beriman (dengan iman yang sempurna) sampai aku (Nabi Muhammad) lebih dicintainya dari pada anaknya, orangtuanya, dan seluruh umat manusia” Diriwayatkan oleh Muslim (44)

Dalam riwayat lain juga disebutkan:
كُنَّا مَعَ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم وَهْوَ آخِذٌ بِيَدِ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ فَقَالَ لَهُ عُمَرُ يَا رَسُولَ اللَّهِ لأَنْتَ أَحَبُّ إِلَىَّ مِنْ كُلِّ شَىْءٍ إِلاَّ مِنْ نَفْسِي‏.‏ فَقَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم ‏”‏ لاَ وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ حَتَّى أَكُونَ أَحَبَّ إِلَيْكَ مِنْ نَفْسِكَ ‏”‏‏.‏ فَقَالَ لَهُ عُمَرُ فَإِنَّهُ الآنَ وَاللَّهِ لأَنْتَ أَحَبُّ إِلَىَّ مِنْ نَفْسِي‏.‏ فَقَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم ‏”‏ الآنَ يَا عُمَرُ
Kami pernah bersama Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam dan beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam memegang tangan Umar bin Khattab. Lalu Umar berkata, “Ya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam, sungguh engkau lebih aku cintai dari segala sesuatu kecuali diriku sendiri.” Kemudian Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Tidak, demi yang jiwaku berada di tangan-Nya, (imanmu belum sempurna) hingga aku lebih engkau cintai daripada dirimu sendiri.” Kemudian Umar berkata, “Sekarang, demi Allah, engkau (Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam) lebih aku cintai daripada diriku sendiri.” Kemudian Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Saat ini pula wahai Umar (imanmu telah sempurna)” (HR. Bukhari no. 6632)
Nah, bila kita diperintahkan secara tegas untuk begitu mencintai Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam apakah sang Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam sendiri mencintai kita sebagai umatnya?
Jawabannya adalah “100% iya”.
Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam sangat amat mencintai umatnya.
Bahkan, tidak hanya umatnya yang hidup semasa dengan beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam saja, tetapi juga umat setelahnya, termasuk kita dan umat yang akan datang.
Pernah suatu ketika Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Sungguh aku berharap dapat berjumpa dengan saudara-saudaraku.”
Sahabat-sahabat yang berada di sekeliling beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam pun bertanya dengan heran, “Bukankah kami ini adalah saudara-saudaramu wahai Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam?”
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Kalian adalah sahabatku, sedangkan saudaraku adalah orang-orang yang beriman kepadaku sekalipun mereka tidak pernah melihatku” (Musnad Ahmad no. 12169).
Siapa “mereka” itu? Ya tentunya termasuk kita yang mengimani beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam tanpa pernah melihat beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam secara langsung.
Jelas sekali bahwa, berdasarkan hadis di atas, betapa sesungguhnya Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam sangat memberikan perhatian khusus pada kita, umatnya. Bahkan beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam tak segan-segan untuk menyebut umatnya yang akan datang sebagai saudara yang dirindukan dan diharapakan perjumpaannya.

Semoga bermanfaat.
Wallahu Ta’ala A’lam.

Haji umroh sesuai sunnah bersama hudaya safari tour & travel. Informasi lebih lanjut di WA Center Kami https://wa.me/6282112135575 atau kunjungi https://www.hudayasafari.com . Ikhtiar Anda Ke Tanah Suci, Adalah Semangat Bagi Para Da’i.