021 - 31900306 / 309 hudayasafari@gmail.com

Dalam sejarah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengangkat Usamah bin Zaid yang masih begitu muda untuk memimpin pasukan menghadapi Romawi. Saat Usamah di pinggiran kota bersama pasukannya, sampai berita ke telinganya bahwa Rasulullah telah wafat. Maka beliau pun berputar arah kembali ke Madinah.

Setelah pengurusan jenazah Rasulullah selesai, Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiallahu ‘anhuma sebagai Khalifah pengganti Rasulullah melanjutkan amanah kebijakan Nabinya.

Sebab keteguhan Abu Bakar untuk memberangkatkan pasukan Usamah walaupun ada penolakan pada waktu itu karena memang sudah jauh-jauh hari telah disiapkan dan tidak mau menarik apa yang telah menjadi keputusan Rasulullah.

Nampaknya, ini bisa dijadikan gambaran bagaimana Allahyarham Ustadz Syuhada Bahri yang menahkodai Hudaya Safari sebelum wafat telah meminta jajarannya untuk mengatur jadwal. Seluruh karyawan, para pembimbing hingga pihak komisaris dikumpulkan. Diputuskanlah pertemuan tersebut akan dilaksanakan pada hari Rabu, 23 Februari 2022. Beliau ingin memaparkan gerakan dakwah melalui haji dan umrah secara utuh sesuai kemampuannya. Namun, takdir Allah mendahuluinya. Beliau wafat di hari Jum’at, 18 Februari 2022 sebagaimana yang telah kita ketahui bersama.

Secara historis, hasil bincang wada’ tertanggal 3 dan 9 Februari di Hudaya Safari ini merupakan bagian dari perjalanan sejarah bahwa beliau lebih mementingkan umat dan dakwah.

Amanah keputusan beliau ini patut kami ketengahkan, dalam upaya berpegang teguh pesan-pesan beliau sebelum wafat.

Pak Natsir pernah menuliskan maklumat tertanggal 31 Agustus 1968 untuk memungkinkan keluarga besar Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia dan keluarga HUSAMI (Himpunan Usahawan Muslim Indonesia) untuk memenuhi panggilan ke tanah suci. Maklumat tersebut ditandatangani oleh Pak Natsir sebagai perwakilan Dewan Da’wah dan Pak Syafrudin Prawiranegara sebagai perwakilan dari HUSAMI. Selain itu, Pak Natsir juga pernah menyampaikan agar da’wah bisa disampaikan kepada semua kalangan, baik masyarakat umum atau kalangan mapan dan berkecukupan. Hal itu bisa dilihat dari komitmen beliau dalam mengumpulkan para kalangan mapan dan berkecukupan yang di naungi oleh HUSAMI kala itu.

Ustadz Syuhada Bahri memiliki kemampuan untuk menangkap ide-ide dasar Pak Natsir. Bagaimana dari pondasi ide itu lahir menjadi amal nyata yaitu dengan didirikannya Hudaya Safari sebagai wadah kaum Muslimin untuk melaksanakan dorongan imannya ke tanah suci.

Dalam banyak kesempatan, berulang-ulang kali Ustadz Syuhada Bahri mengatakan, berdirinya Hudaya Safari dibangun diatas komitmen sunnah dan dakwah. Kalau tidak dengan komitmen ini lebih baik Hudaya Safari tidak usah dilanjutkan lagi keberadaannya.

Dalam manasik haji, misalkan. Beliau selalu mengatakan, soal ikhlas, pembimbing hanya bisa memberikan materi-materi seputar itu. Hanya jamaah dan Allah saja yang tau soal hatinya ikhlas atau tidak. Namun soal tata cara bimbingan haji, pembimbing tidak saja bertanggung jawab kepada Hudaya Safari sebagai travel, tapi lebih dari itu pertanggungjawabannya langsung kepada Allah. Rasulullah berhaji hanya satu kali selama hidupnya maka tidak ada perbedaan dalam pelaksanaan ibadah haji. Ini menjadi landasan, penegakkan sunnah dalam berhaji dan umrah adalah sebuah keniscayaan. Karena sekali lagi pertanggung jawabannya langsung kepada Allah.

Beliau juga selalu mengatakan, dakwah itu tidak sekedar kewajiban  akan tetapi dakwah adalah sebuah gerakan. Lahirnya Hudaya Safari bagian dari upaya menerjemahkan gerakan dakwah yang dilakukan Dewan Dakwah. Maka Hudaya Safari menjadikan haji dan umrah sebagi pesantren kilat. Sebuah dorongan dari dalam yakni kepedulian. Dimana jamaah sudah mengeluarkan hartanya, meninggalkan keluarga, serta menghabiskan waktu. Harus ada perubahan dalam diri jamaah selama perjalanan haji dan umrah yang menunjukkan haji mabrur atau umrah maqbullah dalam kehidupannya sehari-hari. Tidak sampai disitu, Hudaya Safari memberikan wadah pembinaan setelah ia pulang ke tanah air seperti program tahsin, pelayanan jenazah, pengajian bulanan, daurah keluarga, ruqyah syar’iyah mandiri dan lain sebagainya.

Beliau juga berpesan, dakwah merupakan kerja besar, tidak bisa dipikul sendiri. Harus ada model amal jama’i, melibatkan jamaah haji dan umrah dalam gerakan dakwah melalui apa saja yang dimiliki, baik harta, kebijakan atau yang lainnya.

Hudaya Safari tidak hanya sebatas profit oriented semata. Ia juga memadukan dakwah oriented. Ada prinsip-prinsip syari’at yang dijaga. Terus berupaya mengupdate dan mengupgrade dalam perolehan jamaah. Mengedukasi jamaah menegakkan dakwah dengan hikmah. Bagian ciri khas Hudaya Safari.

Oleh karena itu, bimbingan haji dan umrah sesuai sunnah dan komitmen dakwah hendaknya terus menjadi arah Hudaya Safari ke depan sebagai manifestasi tagline yang digulirkan oleh Ustadz Syuhada Bahri yang menjadi visi Hudaya Safari, “Turut serta dalam Menyelamatkan Indonesia Dengan Dakwah melalui Haji dan Umrah”.

Wallahu ‘alam

Oleh: Tim Hudaya Safari